Friday, October 29, 2004

Shoutbox




Duh…senengnya…..akhirnya my bloggie kembali normal lg, dah pake shout box….thx buat T.W my best cousin for your help (Gusti Alloh sing bales nduk……;) ).

Buat yg shoutboxnyamasih bermasalah dan pake jasanya wdcreezz, coba aja klik www.myshoutbox.com.
Blog aku sendiri yg bantuin ‘menata ulang’ …ya …T.W (again!). Buat aku worth banget ada shoutbox, kalo ada yg mampir dan ngasih komen, jadi berasa ga sendiri di dunia per-bloggie-an, trus jadi nambah temen. Udah gitu…dengan adanya shoutbox…nambah keren bloggie kita (ehm…ehm….). Eh…shoutbox yang baru ini, ada smileynya lho…jd nambah keren tampilan aja (memuji diri sendiri belum dilarang khan?)

Trus mo crita nih….inget cerita aku tempo hari tentang metromini full karaoke? Eh…tadi pagi aku naik lagi lho….;) lagunya ganti, lbh anak muda, ada Fathur, ada SO7, ada Jikustik, eh tapi tetep ajah, abis gituh ganti Nafa Urbach (@#&*?).

Ternyata setelah aku perhatiin, metromini yang full karaoke itu bangkunya emfuuuuk (comparing sama sesama metromini, keras bo!!!), kursinya pake sarung yang bahannya beda dr yb biasanya (kalo yg biasanya khan oscar), pokoknya sejenis jok kursi di ruang tamu, tapi buat kelas yang paling sederhana (tetep aja jadi ga biasa buat metromini).
Waktu aku ngeliat supirnya……ternyata rambutnya blondie bo!!! Plus kacamata item bertengger di kepalanya. Duhhhh full gaya, pantes aja metromininya full karaoke, wong supirnya nyentrik gituh. Sayang ga bisa ngambil gambar dia, abis ga punya digicam or hap ber-kamera siii ;p
Jadi punya keinginan…pengen deh…suatu saat ngewawancara si supir nyentrik, trus tanya, apa si maksudnya meng-equiped metromininya dengan vcd karaoke (kata mas Indra: “Dasar kurang kerjaan!!!!”, hehehehe).


Thursday, October 28, 2004

Buat-mu Lelaki-ku




Nu…..kemarin aku melihatmu
Entah kenapa, hari itu kamu kelihatan berbeda dari biasanya
Kamu tau apa yang membuat kamu beda…
Sekarang kamu lebih dewasa!

Nu….inget siapa yang kerap menunggui kamu di depan sekolah
Ikut mengawasimu belajar melangkah
Mengeja kata demi kata hingga belajar mengenal Sang Pencipta
Itu aku Nu…..
Bersama doa Bunda akhirnya kau gapai cita

Nu…ingat kah kamu juga siapa yang selalu membelaku
Melindungiku aku, walau ku tahu, seharusnya aku yang menjagamu
Memberiku nasehat layaknya seorang guru
Itu kamu Nu……..

Kamu memang beda Nu….
Berbeda dari orang seusiamu
Belum kapalmu kau kayuh
Beribu rencana sudah terekam di benakmu
Membalas kebaikan yang pernah mengulurkan tangan padamu
Adalah prioritas buatmu
Itu yang membedakan antara kamu dengan aku……

Nu….kemarin tanpa terasa air mata bahagia ini mengalir untukmu
Bahagia dan haru…..
Ketika kau sampaikan berita itu
Kulihat raut begitu bahagia tergambar diwajahmu

Nu…..satu episode hidupmu telah kau lewati
Telah kau pilih perahu untuk mengarungi lautan hidup ini
Syukurku pada Dia Yang Kuasa
Smoga kau selalu memegang teguh tali-Nya
Dalam melintasi usia……hingga akhir masa….

Tegakkan kepalamu Nu…..
Hadapi dunia ini dengan penuh asa
Namun jangan lupa tuk selalu berdoa
Nun disana, sang belahan jiwa sedang menunggu-mu
Siapkan isi kapalmu….Nu
Dengan restu Ayah-Bunda……Jemputlah dia
dan gapailah impianmu bersamanya…..
Satu episode hidup…masih harus kau lakoni Nu…..
Semoga…….

(selamat yaaaa, jgn jadi sombong, tetaplah menapak di bumi, dan selalu bersyukur atas kasih sayang Nya)

Thursday, October 21, 2004

Dari Diskusi Semalam




Engga terasa ya…Ramadhon kali ini sudah sampai hari ke-7, sebentar lagi 10 hari Ramadhon pertama berlalu sudah.

Tadi malam, kelar Tarawih berdua sama mas Indra, ada satu wacana yang sampai hari ini masih membuat kami berpikir dan pengen tau jawaban dari ulama (atau orang2 yang ilmunya lebih banyak dari kita).
Kita semua umat Islam meyakini bahwa Al-Quran itu diturunkan Allah sepanjang umur dunia dan umat manusia, jadi sejak kehidupan ini ada di dunia dan hingga kehidupan nanti berakhir, pastinya Al-Quran akan tetap relevan dengan kehidupan berjalan (even di masa yang futuristic banget!).

Kita berdua tertarik dengan keberadaannya manusia purba (cave man) dihubungkan dengan penciptaan manusia pertama Nabi Adam A.S dan firman Allah QS.2:30 (kira-kira isinya begini),

ketika Allah mengabarkan kepada malaikat tentang akan dijadikan-Nya
khalifah di muka bumi, malaikat mengatakan, "Mengapa Engkau hendak
menciptakan (khalifah) di bumi ini orang yang akan membuat kerusakan padanya
dan menumpahkan darah?"

Pertanyaan yang menyeruak di benak kami berdua, kalo emang Adam A.S manusia pertama, trus siapa doank yang dipertanyakan malaikat? Kayaknya jarang (kami sendiri sih belum pernah ketemu) Ulama yang membahas masalah ini. Menurut kami, sudah pasti Adam A.S adalah manusia pertama ciptaan Allah SWT (iya donk….mana mungkin Qurán bo’ong). Trus yang dilihat sama malaikat itu….yaaaaa para manusia purba itu! Dari fosil yang ditemukan arkeolog, struktur tulang mereka hampir sama dengan manusia, makanya mereka termasuk HOMO ERECTUS atau PHITECANTROPUS ERECTUS (karena sudah berjalan tegak). Tapiiiiiii mereka bukanlah HOMO SAPIENS atau bahasa latinnya golongan manusia seperti kita ini. Ingat penelitian Darwin yang bilang nenek moyang kita ini kera. Buat kita……..firman Allah SWT dalam QS2:30 sekaligus menyatakan bahwa teori Darwin tersebut TERBANTAHKAN.
Kenapa? Nabi Adam A.S ketika diciptakan Allah SWT sudah bisa berpikir dengan baik, dia sudah bisa berbicara dan beriman kepada Allah SWT, beda sama golongan kera tersebut, entah itu manusia Cro-Magnon or Manusia Lembah Neander (yang katanya moyangnya orang Eropa), or Sinanthropus seperti Homo Wajakensis or Homo Soloensis (hayooooo yang orang Jawa…mau engga disama-in sama manusia purba, kalo eku sih, ENGGAAAAAAA). Sedangkan manusia purba itu sifatnya lebih seperti binatang (brutal, destruktif, dan impulsive sexuality…hehehe artiin sendiri), mana mungkin seorang Nabi Adam A.S yang dididik langsung oleh Allah SWT punya sifat seperti binatang (khan kata sejarahwan, manusia purba gaya hidupnya lebih kebinatangan, karena emang mereka hidup bersama-sama binatang). Namun begitu…dalam perjalanan zaman, kita engga pungkiri banyak manusia sekarang yang punya sifat seperti manusia purba. Tapi tetap aja mereka termasuk spesies HOMO SAPIENS yang spesiesnya manusia modern. Lagi pula, Darwin sendiri khan menemukan adanya “The Missing Link” jadi seolah ada rantai yang terputus dari evolusi manusia purba ke manusia moderen.
Kita berdua sih berpendapat, bahwa manusia purba itu bukan termasuk manusia moderen.

Trus mengenai apa yang diliat malaikat, kalo kita berdua pikir, yang diliat malaikat itu ya si manusia purba itu. Karena sifat mereka yang brutal, destruktif dan impulsive sexuality, makanya malaikat prihatin, nanti manusia ciptaan Allah SWT itu cuma bisa merusak saja di bumi dan berperang aja kerjanya. Padahal, manusia yang akan diciptakan Allah itu (Nabi Adam A.S), diciptakan Allah dengan akal budi, jadi (seharusnya) mereka tidak akan merusak di muka bumi ini.
Kita sebagai umat Islam hendaknya tidak menafikkan data-data keberadaan manusia yang sudah ada sejak jutaan tahun lalu (jauh sebelum Nabi Adam A.S, beliau sendiri khan diciptakan Allah ribuan tahun lalu), namun tidak juga terjebak pada cara berpikiran ilmuwan barat yang materialistis.

Jadi dalam pikiran kami…apa yang dilihat oleh malaikat itu adalah manusia purba, sedang Nabi Adam A.S adalah ciptaan Allah paling sempurna (baca: manusia atau Al Insan), dan dialah manusia pertama! Manusia purba bukan termasuk golongan manusia (?). Jadi…kalo ada manusia yang brutal….destruktif dan impulsive sexuality artinya dia yang keturunan manusia purba….bukan Adam A.S, hehehe becanda! Ya pokoknya ga bisa disamain sama HOMO SAPIENS deh.

Kita berdua masih pengen bawa wacana ini ke orang yang emang ahli (ya ahli agama tapi yang ga tertutup buat diskusi yang kayak beginian), masih pengen diskusi, sapa tau pendapat kami salah. Hummmmmm…………… (sambil megangin kepala yang ga gatel) masih penasaran niiiii…….
Sekali lagi kami cuma 2 anak manusia yang dhoif, yang pengetahuannya terbatas. Kebenaran hanya ada pada Allah semata……


Tuesday, October 19, 2004

Ketika Abi Meneteskan Air MatA.....




Masih pada puasa??? Alhamdulillah kalo pada masih, aku doain smoga sehat dan puasanya tetep lancar sampe akhir Ramadhon nanti.
Pengen crita tentang suami aku, tadi pagi ba’da Shubuh, aku ngeliat di sudut matanya ada cairan bening mengalir, trus waktu aku tanya, mendadak dia jadi sesenggukan ghitu, aku engga pernah liat mas Indra nangis dari sejak kami menikah, pun ketika hari pernikahan kami. Apa pasal? Dia bilang, “Aku teringat bapak dan ibu tua yang ada di acara tivi Minggu kemaren yang”, aku jadi tersenyum kecut mendengar penjelasan dia.

Tau engga kami nonton acara apa Minggu kemarin? Kira-kira menjelang maghrib (ato abis Maghrib ya?!) di SCTV ada acara reality show judulnya TOLOOONG. Format acaranya menampilkan si pembawa acara (host) minta tolong pada orang di pinggir jalan, trus kalo orang itu mau menolong, si penolong itu (yang kebanyakan kaum dhuafa) akan diberi imbalan uang (tanpa diberi tau sebelumnya, jadi kira-kira mengukur keikhlasan yang memberi bantuan).

Contohnya waktu sang host pura-pura jadi mahasiswa yang belum dikirimi uang dari ortunya di daerah. Dia minta tolong sama tukang cukur di pinggir jalan untuk mencukur rambutnya, dengan alasan dia mau ketemu dosennya dan dosennya tersebut engga suka liat mahasiswa yang rambutnya gondrong (baca: engga rapi). Tapi dengan jujur si host acara tersebut di awal sudah bilang, kalo dia engga punya uang, “belum dikirimi ortu” katanya. Beberapa tukang cukur menolak, alasannya “engga mau dihutangi!”, ada satu orang tukang cukur yang dengan ikhlas akhirnya mau menyukur rambut sang host.
Kata bapak tua itu waktu ditanya alasannya mau menolong “Lho…dalam hidup ini khan kita harus tolong-menolong”….duh…betapa naïf-nya dia, sementara banyak orang menolong (mungkin termasuk saya) dengan pamrih. Sedang si bapak tua itu, yang saat itu pun dia sedang sepi langganan, dengan ikhlas mau menolong seorang mahasiswa yang lagi cekak (inget nugie ;p). Karena keihklasannya itu sang host memberi dia sejumlah uang (entah 100 ribu atau lebih, lupa ;p).

Cerita bergulir terus sampai ketika sang host meminta pertolongan pada pasangan pemulung (atau gelandangan) tua. Dia meminta sedikit air dari sang Ibu, katanya untuk berbuka. Tau engga, ini yang membuat mas Indra terharu sampai cairan bening di sudut matanya menetes (sementara buat aku mah, sedikit trenyuh…tapi ya ga sampe air mata netes gituh), si Ibu tidak hanya memberi air (dalam botol Aqua bekas) tapi juga dia beri si host (yang menyamar jadi orang yang sedang berpuasa) sedikit penganan. Padahal tau engga, kayaknya buat mereka makan aja rasanya sulit. Dulunya mereka tinggal di bantaran sungai, tapi karena pinggir sungai itu longsor, dan menghanyutkan rumah mereka, mereka sekarang tinggal di pinggir jalan (entah di daerah mana itu), dalam sebuah tenda (soalnya engga bisa dibilang rumah) yang hanya beratapkan terpal dan berdinding kain bekas spanduk. Tau engga apa alasan mereka menolong, mereka bilang, mereka pernah pada posisi seperti si host yang menyamar, saat mereka butuh makan, tapi engga ada yang bisa dimakan, sementara uang pun mereka engga punya. Yak ampun rasa EMPATI seperti itu koq bisa dipunyai oleh orang yang sepatutnya mereka harus lebih dikasihani!

Aku jadi merasa tersindir, selama ini kalo ada orang minta tolong rasanya aku masih mikir 2-3 kali untuk langsung menolong, belum lagi pikiran “yeeeee, gw aje masih banyak utang….loe mo ngutang sama gw lagi!” atau “lagh…wong gw aja butuh duit, loe lagi mo minjem sama gw!”
Astaghfirullah! Biarpun engga aku ucap langsung ke orang yang berkepentingan (baca: nge-bathin aja), rasanya koq aku masih bakhil ya?! kalo ada yang datang pada aku minta pertolongan, dan aku ga mo nolong mereka karena aku emang lagi ga bisa nolong.
Trus kalo aku berhitung..dan hitung…dan hitung…dan hitung…MasyaAllah!!! Aku koq kotor banget siiii, penuh dengan debu. Smoga Ramadhon ini Allah mengijinkan aku agar masih bisa membersihkan debu itu (walaupun hanya setitik). “Karena noda datang tiap hari dan tidak cukup satu-dua ibadah buat membersihkannya” (itu juga kalo diterima!).
Hummmm…tiba-tiba aku merinding, inget diri sendiri.
Kalo mas Indra ga inget acara itu lagi trus jadi terharu, kali aku ga merenung kayak gini ya.

Thanx Abi …..buat pelajarannya di Shubuh ini. I love U!!!


Friday, October 15, 2004

Kalo AnAK NaKaL

Haaaaaaaaa…puasa hari pertama alhamdulillah dilewati dengan sukses! Eh…tapi sempet nyaris telat bangun deng, gara2 waktu alarm HaPe yang aku setel jam 3.00 bunyi, sama mas Indra di matiin, tanpa dosa. Walhasil kita baru bangun setengah jam kemudian (sambil misuh-misuh).

Sahur pake apa hari ini……hehehe yang praktis-praktis aja lah, oseng-oseng tempe cabe merah-ijo. Lumayan…..membangkitkan selera, plus kuahnya sayur sop buatannya Sumi (yang isinya campuran sayuran sop plus bahan baru….JAGUNG PUTREN!!! Ampun dah!)



Pagi ini trima imel dari fitri, temennya mas Indra, hahaha, itu imel, gilingan banget, judulnya KALO ANAK NAKAL. Mosok anaknya di taro di dalem kantong kresek. Kebangetan deh ibunya! Wah…kalo aku punya anak nanti…ga galak-galak kali ya, abis…dapetnya aja susah banget, mosok mo galak-galak, eh…tapi kalo anaknya jadi lenje gimana? Yang penting…proporsional aja kali ya…kalo dia baik….ya di-appreciate, kalo dia badung…ya dikasih tau, ga dimasukin ke kantong plastik deh (sambil cross my fingers).
Ato mungkin dia, si empunya gambar mo nunjukin bagaimana ke pasar dengan praktis, jika anak trus merengek-rengek minta gendong.

Ah, ada-ada ajah yang ngirim foto beginian (sambil mikir…ibunya koq tega yaaaaaaa).


Thursday, October 14, 2004

Kalo Yang Ini Pengen Percaya




Tadi malem liat wawancaranya Mooryati Soedibyo sama Sandrina Malakiano di Metro TV. Seneng deh dengernya, katanya para pimpinan MPR menolak fasilitas mobil mewah merek Volvo dan tidur di Presidential Suite (belum tau soal fasilitas yang lainnya).

Mau berusaha husnudzon ajah (ga mo ada pertanyaan skeptis ah!), dan smoga diikutin sama yang laen. Dan smoga istiqomah sampe akhir menjabat.

Duh Gusti….tolong jaga niat mereka………


Wednesday, October 13, 2004

Sekarang Aku Harus Percaya!




Aku makin ga percaya dengan hukum dan dunia peradilan di Indonesia. Mosok penjahat kelas kakap yang divonis 15 tahun penjara, bisa sewa pesawat trus nyekar ke makam ibunya….ck…ck…ck…... Koq bisa yaaaaaaa

Tadinya aku ga pernah percaya sama gossip orang-orang tentang keberadaan dia yang dengan mudahnya keluar masuk penjara tempatnya “bermukim” saat ini, aku pikir itu cuma kerjaan orang-orang sirik dan senang bikin sensasi aja, apalagi dia di penjara di suatu pulau yang kata orang buat keluar dari situ aja susah banget, harus nyebrang laut. Ternyata it’s true!!! Gila yah…rapih banget (they said it's confidential flight). Padahal dia berangkat dari bandara yang letaknya dekat dengan instalasi militer (lho?!). Something across in my mind, He still have POWER and PITI!!!

Makin skeptis aja aku……….

sementara di ujung sana
seorang tua renta
menderita karena fitnah angkara
tiada berdaya melawan kehendak sang Penguasa
mungkin…..keadilan benar-benar telah tiada
pergi bersama sang kala
Sighhhhhhh……


Monday, October 11, 2004

Countdown to RaMadlon




Seneng ga sih dah mo Ramadhan lagi……. Buat aku Ramadhan tuh bulan kontemplasi, di bulan ini aku berani minta waktu sama boss aku buat lebih lama di mushala or make waktu luang aku buat tadarusan. Ramadhan juga means ngumpul sama keluarga atau kerennya Bulan Konsolidasi. Bisa ngumpul bareng di meja makan, both sahur dan ifthor, liat perilaku anggota keluarga yang lain di meja makan, cuma……Ramadhan kali ini aku dah ga semeja lagi sama papah & mamah. Pastinya akan berbeda dengan Ramadhan yang sudah aku lalui kemarin-kemarin ini.

Kalo dulu, Ramadhan means liburan di rumah Embah, soalnya jaman aku kecil khan saban puasa, saban liburan sekolah, jadi seringan puasa di rumah Embah, bareng sepupu yang laen. Buka puasa pake srikaya, es timun suri sama es blewah.
Pengennya juga Ramadhan kali ini aku mo ngebiasain tradisi kayak dulu itu, ngumpul bareng sekeluarga, papah, mamah, wida sekeluarga, aku sekeluarga, trus sama nugie. Aku sama wida bawa lauk yang beda-beda, jadi mamah tinggal nyiapin minum sama nasi. Wuihhhhhh nikmat kali ya…trus teraweh bareng deh, mas Indra or papah yang jadi Imam. Mudah-mudahan di izinkanNya ya?!
Kalo dulu teraweh di rumah Embah bareng ibu-ibu tetangga Embah. Imamnya perempuan, guru ngajinya Embah, namanya Mak Imot, dulu sih udah tua banget, tapi Subhanallah, sampe akhir hidupnya dipake buat ngajar ngaji orang-orang. Meninggalnya katanya kesenggol motor, kata Embah sih syahid, soalnya waktu mo berangkat ngajar ngaji sih, aku masih kecil banget waktu itu, jadi ga gitu inget.

Udah gedean dikit, Ramadhan means tambahan tugas buat nyatet nama ustadz sama materi yang disampein waktu taraweh plus laporan kegiatan Ramadhan. Trus ngantri deh…minta tanda tangan Imam sama Khotib-nyah. Itu masa-masa SD, kalo masa SMP sama SMA-nya, Ramadhan means pesantren kilat, heuheuheu, masa-masa ngeceng sama ikhwan salafy (ampun dah si Tita!). Jadi Ramadhan dimanfaatin ikut kegiatan di masjid deket rumah, lumayan-lah jadi waktu bukanya ga terasa.

Trus…..udah nyiapin apa buat Ramadhan kali ini?
Diri…itu mah kudu! Udah kirim2 sms sama imel ke beberapa sahabat buat minta maaf dan mengucapkan selamat Ramadhan. Acara silaturahim yang aku datengin belakangan (termasuk undangan hajatan) alhamdulillah bisa jadi ajang minta2 maaf dan selamat puasa (InsyaAllah ya?!), kayaknya mah ngga ada yang kelewat (InsyaAllah).

Fisik? Mmmm……lumayan lah, belakangan jadi rajin jalan kaki, biar lebih segeran, trus latian ga ngiler liat orang makan enak dipinggir jalan (hehehe, kayak anak kecil aja ya?!).
Ramadhan taon ini adalah Ramadhan pertama aku lewatin sama mas Indra (InsyaAllah), kalo dulu ada sahur-call dan tahajud call, sekarang ga perlu lagi, tinggal nyolek ato nyikut (yang ini kalo udah kebangetan susah banget dibanguninnya).

Ilmu? Ayo…..kita buka-buka lagi risalah puasa (kumpulannya InsyaAlloh masih ada di file kompi di kantor), sambil diskusi sama temen, saling ngingetin yang mungkin ada yang kelupaan.
Yang paling susah kali nyiapin hati ya?! Ini nih yang dari dulu paling susah dikendaliin. Yang kerjaannya bete lah, ga sabaran lah, misuh2 lah….pokoknya susah banget. Pengennya sih balik ke Ramadhan 2 tahun lalu (sedikit lebih sabar, walaupun ujungnya malahan dapet cobaan yang berat buanget). Bener lho…Ramadhan 2 taon yang paling baik menurut aku, smoga taon ini minimal ada peningkatan dikit lah comparing 2 taon lalu.
Pengennya mah sama mas Indra kita back to Masjid, sebagai pusat pembelajaran, ya ikutan tausyiah, ya sholat berjamaah (soalnya sekarang ini yang suka sholat di masjid cuma mas Indra doank), trus kalo boleh ikutan I’tikaf (tapi kata mas Indra, perempuan mah sebaiknya ibadah di rumah ajah). Trus pengennya, kegiatan kayak Ramadhan gini masih lanjut hingga ba’da Ramadhan. Mudah2an ya?! Dikasih kesehatan dan kesempatan sama Allah.

Udah persiapan beli bahan makanan kering juga, kayak abon (thx Mba Sylvie buat promo-nya di waktu yang tepat, It’s worth mam!), sambal goreng teri medan (ini spesial buatan mamah), peyek (yang ini mesen sama Pak Salim), abis takut kesiangan bangun dan belon sempet nyiapin makan sahur. Biarpun ada Sumi, aku juga tetep wajib turun tangan mikir…”sahur pake apa yaaaaa kita hari ini” biar cuma nyuruh, yang penting ada pendelegasian tugas, jadi dia kerjanya ga ngaco. Apalagi kalo ntar mas Indra mo I’tikaf…aku kudu liatin makanan apa aja yang dia siapin. Mungkin buat sahur aku bakal minta dibuatin sayuran berkuah (minimal timun rebus yang ditaburin garam, biar ga haus). Kalo buat buka mah InsyaAllah relatif lebih mudah dan ga mikir banyak (lagh pan ada tukang sate ama tukang rawon yang mangkal di depan gang).

Kemaren juga udah nyempetin waktu beliin ponakan-ponakan baju buat ke masjid. Si Gagah juga aku beliin, lucu lho…akhirnya nemu juga baju koko buat anak umur setaon di Al Fath Rawamangun, setelah keliling ITC Cempaka Mas. Aku juga janji sama Sasa & Ozan, kalo puasa mereka poll kali ini mo aku kasih hadiah lebaran ;)

Ramadhan di kantor juga mulai keliatan rame, kebetulan juga bantu-bantu ngurusin, pengennya mah minimal bisa kayak tahun lalu, ada ceramah, makanya kita semua lagi sibuk nyari ustadz dan nyari tambahan dana. Alhamdulillah dibantu temen-temen persiapan udah lumayan komplit. Trus tumben2an, taon ini dapet dana dari kantor (Alhamdulillah), ajdi kebeli deh tape buat ngerekam ceramah.

Aduh… kayaknya bahagiaaaaaa banget Ramadhan kali ini, smoga kebahagiaan ini semakin lengkap dengan waktu yang diberikan kepada aku dan mas Indra untuk menggapai Cinta-Nya bersama-sama. Pengen ghitu lho…..suasana mo Ramadhan semeriah suasana mo Tahun Baru-an. Bisa ga yaaaaaaaaa.

Allahumma baariklanaa fii Rajab wa Sya'ban wa ballighnaa Ramadhan.
" Yaa Allah berkahi kami dibulan Rajab dan Sya'ban, dan pertemukan kami
dengan Ramadhan “


Saturday, October 09, 2004

Mohon Maaf & Selamat Menjalankan Ibadah Ramadhan





Ketika Senja Sya’ban telah tergelincir
Dan Pagi Ramadhan segera lahir
Tubuh ini tersungkur……..
Sujud penuh rasa syukur………


Yaa Robb Alam Semesta, Pada Mu kami berserah…………
Izinkan kami menikmati jamuanMu di Ramadhan yang penuh Berkah


Sahabat………
Seiring dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini
Izinkan kami memohon maaf atas segala kesalahan
Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan...

Semoga Allah senantiasa membimbing kita...dan menerima ibadah kita di bulan Ramadhan yang mulia ini...
Semoga Allah Yang Maha Pengasih berkenan untuk memperbaiki agama kita...dan memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang mendapatkan ampunan-Nya..
Amien...amien....amien.... Yaa Robbal'Alamien....


Tita & Indra
Ramadhan 1425 H

Friday, October 08, 2004

Berani Tampil Beda




Kalo aku jadi jarang apdet, bukan karena lagi males pun ga mood, abis sibuk siiiii (hehehe, klise ya…..), bukan jadi Tim sukses Capres koq.
Tapi aku punya crita unik dan smoga manfaat buat semuanya. Beberapa hari yang lalu, waktu aku berangkat ngantor bareng mas Indra, aku sempat terperangah waktu aku menjejakkan kaki di tangga metromini 50. Tau engga kenapa……..kalo metromini full music…ah…itu mah biasa, metromini ini full KARAOKE. Hehehe yang nyanyi Pance Pondaag! Kebayang donk….”Aku masih….seperti yang dulu….”
Sisi baiknya apa sih? Yang pasti perjalanan dari Duren Sawit ke Kampung Melayu yang biasanya membosankan dan nyebelin karena macet jadi agak ga berasa, biarpun Pance nyanyi-nya kayak orang ke-cekik. Beberapa penumpang jadi keliatan nahan senyum, ntah punya memori kali sama lagunya.

Heuheu…aku jadi senyum sendiri. Metromini 50 terkenal armadanya paling banyak buat metromini yang ngelewatin DurSa. Tapi kondisi penuh cuman saban orang berangkat dan pulang kantor, selebihnya mereka harus berjuang diantara sesama metromini buat mendapatkan penumpang. Buat usaha-usaha seperti mereka yang menawarkan jasa, apa sih yang bias membuat mereka unggul satu sama lain. Bersih? Yah….kayak ga tau ajah kondisinya metromini di Jakarta, ROMBENG!!!! Pelayanan yang oke? Ini lagi…dikasih senyum aja udah syukur, kadang-kadang malahan mereka suka korupsi kembalian. Kalo kita bayar buat 2 orang, kembalinya sering kurang Rp 100,- Buat aku sih ga masalah, tapi mas Indra……”Dasar orang Indonesia, orang kecil aja udah berani korupsi, ghimana kalo jadi orang besar”, hehehe, dia mah suka sebel liat yang ga bener trus suka protes ajah, suka malu sendiri. Mungkin bener juga ide si supir metromini, selain dia sendiri dapet hiburan (lumayan khan, apalagi kalo lagi macet), mungkin itu yang bikin dia ‘beda’ sama yang lain. Intinya mah, kudu beda…….kalo ingin menang dalam persaingan. Inget bauran pemasaran deh, khan cuma 4 P, setelah kita tentuin STP-nya (yak! yang bukan orang pemasaran, buka buku aja yah). Product, Price, Place, & Promotion. Si supir metromini ga bisa ngerubah harga (ngurangin tarif ga mungkin donk…mo digebukin sesama profesi karena ngerusak tarif), mindahin trayek ke jalur gemuk……ya nda mungkin donk, ntar kudu berurusan sama DLLAJR lagi. Tapi kalo promosi, ini yang paling mungkin dioptimalisasikan. Karena dia pake system direct selling, lewat kenek-nya dia promo metromininya. Sistem ini paling umum dipake, sales force-nya kudu punya extra power buat tereak-tereak, jadi kalo mo ningkatin skill sales force-nya, kasih aja golia atau boom, atau hexos (hehehe, biar tambah nyaring). Kalo mo lebih oke lagi, kenek-nya musti full senyum dan extra ramah (tapi apa mungkin ya…wong mereka gahar-gahar ;p)

Aku emang seneng mengamati segala hal di jalanan, berharap bisa mengambil I’tibar untuk memperkaya pengalaman hidup. Kemarin dulu aku bagi-bagi ilmu sama supir taksi. Armada yang dia punya sedan keluaran terbaru dari Toyota (hahaha, ngamuk kali tuh Astra, sedan mewah cuma dijadiin armada taksi). Dia cuma seorang supir, belum berhak memiliki ‘bawaannya’, aku ajak dia berdiskusi, kenapa pemilik perusahaan tempatnya bekerja rela meng-investasikan modalnya dengan membeli mobil baru keluaran Toyota. Karena apa? Konsumen sekarang kritis, mereka lebih memilih naik taksi dengan sedan tahun 2000-an ketimbang naik sedan tahun 90an (apalagi 80an). Makanya, perusahaan taksi yang armadanya tua, mending tutup or merger aja deh. Trus aku bilang ke si Bapak….”yang penting mah sekarang ini berani tampil beda, kalo Bapak mau…mobil Bapak di kasih full music or full berita” (tergantung konsumennya lah!). Hehehe si Pak Supir cuma senyum ajah meng-amini. Mas Indra yang bete, liat istrinya suka sok tau dan SKSD, trus dia nyolek-nyolek, “Malu….”katanya. Katanya lagi, “bawel!” heuheuheu…nyesel ya ?!

Kemaren dulu lagi ada seorang ibu yang punya warung makan di daerah Pondok Gede, aku suruh masang papan iklan yang gede, biar setiap orang pulang kantor, mampir buat beli dagangannya. Masakan dia lumayan enak, cuma tempatnya sepi. Ya udah, waktu aku kesana bareng temen-temen, sekalian aja aku kasih masukan. Ternyata usul kita tuh ga serta merta ya, di terima mereka. Eh…beberapa bulan kemudian dia bikin papan reklame seperti yang aku ajarin. Suatu hari aku iseng trus mampir makan, aku tanya perkembangannya after dikasih papan reklame. Alhamdulillah, dia bilang, warung makan dia jadi didatangi orang, karena orang jadi tau kalo dia jualan makanan. Hehehe, lucunya tiap-tiap ngelewatin warung si Ibu, temen-temen jadi ngeledekin aku “Eh, itu tuh…warung binaannya si Tita!” Di lain waktu aku kasih saran lagi ke dia buat menamai warungnya dengan menu andalannya (kayak Bakmi Japos, Bakmi GM, Soto Pak Sadi, Ayam Bakar Wong Solo), soalnya dia punya warung masih umum banget, udah gitu dia masuk di pasar Chinese food, tau sendiri donk, resto jenis ini banyak banget, jadi kalo kita ga punya specialities, ya…bakalan kelibas. Sekali lagi soal tampil beda! Tapi ide yang ini ga dia ikutin, aku juga sekarang udah jarang liat warung dia, sejak pindahan ke DurSa.

Jadi kalo mo menang dipersaingan saat ini….ya berani tampil beda lah!


Monday, September 27, 2004

LEGAAAAAAAAAA


Lega


Kayak apa rasanya kalo kita akhirnya bisa menyelesaikan tugas yang diamanatkan buat kita. Buat aku jawabannya Cuma 1….KAYAK BISUL YG PECAH!!!

Minggu kemarin ini aku ambil cuti seminggu pasca PEMILU. Ini juga sebagian atas saran Pak Deddie yang kasian ngeliat aku semakin stress dan ga genah kelakuannya. Kata dia daripada usaha berobatku malahan jadi sia2, “……mending cuti aja lah Ta….”
Buat aku sih kesempatan cuti ini buat ngelarin tanggung jawab aku sebagai koordinator kegiatan akreditasi di kampus tempat aku ngajar.

Kelar PEMILU hari Senin, kebetulan dengar kabar dari Bandung, katanya embah sakit keras. Karena mamah sama nugie langsung cabut ke Bandung dan papah sendirian di rumah, mas Indra ngajak aku nginep nemenin papah di jatiwarna. Mungkin berkahnya nemenin orang tua, aku malahan jadi lebih dekat ke kampus. Saat itu aku belum sadar kalo kegiatan ini bakal menyita waktu aku banget.
Persiapan akreditasi sebetulnya sudah sejak Juli kemarin. Dimulai dengan pengisian borang akreditasi, portofolio institusi, dan evaluasi diri. Kegiatan visitasi sendiri, sebetulnya adalah rangkaian akhir dari kegiatan akreditasi. Dimana Tim Assessor dari BAN meng-cross check isian borang dengan kondisi sebenarnya. Karena aku KaProg-nya, jadi aku yang bertanggung jawab sama acara itu. Kebayang ga sih, kalo aku tuh masih ijo sama dunia perkampus-an, dan aku yang nanti berhadapan langsung sama tim Assessor. Cuma dengan modal Bismillah dan dukungan dari temen2 semua, aku percaya diri aja menghadapinya.

Dari mulai Jumat aku udah mulai kerja, mimpin rapat, nagihin SAP dari dosen, trus persiapan buat acara visitasi sendiri. Alhamdulillah punya tim yang solid banget, dan saling bantu, bahkan sekretaris aku sigap banget ngasih info per telpon. Dia ngerti kalo aku hidup di 2 dunia. Jadi aku tinggal ngecek aja persiapan akhir.
Yang bikin panik waktu urusan perpus belon beres. Alhamdulillah punya temen yg bias ngasih referensi orang yang tepat buat ngurus beginian. Duh…Alhamdulillah banget dapet yg ngebantu orang jebolan UI, malahan dia ga hanya nyusunin perpustakaan secara konvensional, tapi dia kasih program komputer yang nantinya komputer kita bisa nge-link ke internet (itu khan mimpinya aku ya…), trus katalognya juga udah pake komputer (ngga kalah deh sama IPB).

Acara panik kedua waktu nagih SAP dari dosen2. Emang ya….yg males itu bukan cuma mahasiswa, dosen juga suka males kalo dikasih tugas ekstra, susahhhhhhhh banget nagih SAP sama mereka, yg alasan sibuk lah, alasan ngajar di tempat lain lah. Alhamdulillah si Milda, sekretaris aku mau bantuin aku nyalinin SAP para dosen itu, jadi mereka tinggal tanda tangan aja pas hari H. Senin malem itu, kalo ga diusir pulang, mungkin aku pulangnya bisa lewat jam 10.00-an malem. Berhubung dah teler dan besok paginya musti jemput salah satu assessor di bandara, akhirnya aku mo juga waktu ‘diusir’ pulang.

Pagi2 buta banget aku dah di Kp Rambutan, ikutan Damri yang ke Cengkareng. Benernya Pak Iwan ngajakin bareng, tapi aku piker mending naek Damri, aku bisa nerusin tidur. Kalo bareng Pak Iwan, kudu nemenin dia ngobrol. Orang yang kita jemput adalah bekas Purek Undip. Orangnya sederhana dan bersahaja, dari dia aku banyak dapet ilmu tentang soal akreditasi, bagaimana kita menghadapi assessor, apa saja yang harus disiapkan. Sore itu dia ke kampus, mempresentasikan hasil temuan dari isian borang kita untuk bahan visitasi besok. Ternyata………banyak banget bo yang masih harus aku siapin. Berhubung Pak Iwan sibuk entertain si Bapak assessor dari Undip itu (ngajakin ngadu tennis dia, hahaha), aku jadinya didampingi Pak Zakir (yang ketua Yayasan) nyiapin revisi borang. Ampun deh, sama beliau aku harus menjawab pertanyaan assessor nanti based on peraturan. Tau donk, aku khan ijo banget sama urusan peraturan, apalagi yang berhubungan dengan peraturan pendidikan di Indonesia. Malahan si babe ngasih aku buku undang2 pendidikan yang baru. Jadilah, aku sama Milda & Tri (SekPro Akuntansi), tekun revisi borang dibantu advis dari babe. Jam 22.30 aku minta pulang duluan, karena ngantuk bratttt (lagian hari itu khan aku keluar dari rumah pagi2 buta banget) dan juga karena masih ada Pe eR ngafalin peraturan, lagian ga tega ngeliatin mas Indra yang terngantuk-ngantuk nungguin aku. Milda sama Tri, nyambung lembur sampe jam 23.00 (biarin deh, mereka khan bujangan).

Kamis paginya tanggal 23 September 2004 lebih nyantai, karena aku janji jemput assessor sekitar jam 09.00-an. Janjian sama Milda & Tri di kampus jam 08.00, aku ajak mereka sekalian breakfast di KC, tempat assessor nginep. O iya, sebenernya aku dapet jatah satu kamar di KC, berhubung semalemnya pulangnya udah malem dan ga bawa baju pula, jadi jatah itu mubazir aja ga ada yg make. Padahal temen2 ngasih hadiah buat kita, katanya “buat penganten baru…” (dasar!!!).
Jam 09.00 kita cabut dari KC menuju kampus. Ternyata assessor yang satu lagi orangnya bae pisan. Kita semua udah sempat su’udzon, karena dia perempuan, pikir kita pasti jutek. Ternyata mah jauh panggang dari api. Dia direktur program Pasca Sarjana Atmajaya Jogja. Dosen terbang dibeberapa Perguruan Tinggi terkemuka di pulau Jawa. Usianya mah aku tebak late 50, tapi masih cantik. Dia cerita kalo dia rajin bikin penelitian yang grantnya ga nanggung2 bisa mencapai Euro 250.000-an. Dia meng-encourage kita bertiga untuk ga ragu2 bikin penelitian. Ibu yang lulusan UGM ini ternyata sudah mempunyai cucu. Ga nyangka lho, abis muda banget sih tampangnya. Ada Hikmah yang bisa aku ambil, makin pinter seseorang tuh bukannya mereka semakin arogan, malahan semakin down to earth (cieee…inget pelajaran di PPIA dulu).

Cerita waktu akreditasi lumayan seru. Biar udah ditentir sama Pak Zakir, tetep….aja…kedodoran. Udah gitu, kebiasaan aku yg over confident bikin ngeri Pak Zakir. Pasalnya waktu assessor tanya soal lab, aku jawab dengan Pede tanpa mikirin itu jawaban bener apa salah, pikir aku yg penting aku jawab, dengan yakin lagi. Kelakuan aku itu sempet bikin pak Zakir beberapa kali keluar ruangan, trus dia curhat sama Bu Iyan (KaPro Akuntansi). Hehehe, aku yg di interview, eh dia yang grogi.
Alhamdulillah apa yang dikuatirin temen2 semua ga kejadian. Kunjungan ke lokasi juga ga ada. Namun ghitu, revisi tetep ada. Denger2 dari temen2 sih, kita dapet nilai B. Alhamdulillah, makasih Ya Alloh buat segala kemudahan yang Engkau berikan, makasih buat semua yang udah ngebantu, makasih juga buat semua yang udah ngasih ilmu. Makasih juga buat semua mahasiswa aku yang ikutan repot bantuin sampe acara4 ini sukses dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan. Ini kerja bersama kita dan ini sukses bersama kita juga.

Terima kasih buat mas Indra yang udah ngertiin kerjaan aku, tanggung jawab aku. Yang udah ikutan ngasih morning call buat aku. Yang udah ikhlas nemenin aku lembur di kampus, sampe ngantuk2, padahal aku tau dia juga udah capek sama kerjaannya di kantor (ini nih yang selalu aku pinta dalam doa dulu, seseorang yang selalu membuatku bersyukur atas AnugerahNya).

Duh rasanya legaaaaaaaaaa banget, kayak bisul yang pecah……..;)

---------------------------------------------------------------

Kegiatan ini yang bikin aku harus konsentrasi dan ga up-date blog aku. Buat Lin dan yang lain, thanks udah mampir ke blog aku.


Monday, September 06, 2004

Dasar Aparat !




Kemarin Sabtu malam, kira2 jam 9-an ada kejadian yang engga mengenakkan buat kita berdua. Malam itu sepulang kita dari resepsinya fifin di masjid Pondok Indah, rencananya kami mo langsung pulang, soalnya mo ngejar nonton finalnya Indonesian Idol (hehehe, kayaknya hampir semua orang malem itu pengen pulang cepet deh, trus nonton Result Show-nya Indonesia Idol). Kami belok ke arah Radio Dalam, soalnya mo sekalian jemput Papah & Nugie di rumah Wida, jadi critanya mo nonton bareng disana. Tiba2 waktu kita belok di lampu merah Pondok Indah, dari sebelah kiri ada motor nyalip mobil kita trus nyenggol ujung depan mobil kita sampe pengendaranya jatuh. Dia langsung ngetok jendela mas Indra sambil ngacungin helm-nya, trus nyuruh mas Indra turun. Dari gaya dan bajunya sama motor trail-nya aku bisa nebak dia dari kepolisian (PRC kali yaaa,abis pake celana cargo coklat). Trus langsung nyalahin mas Indra yang katanya belok dengan tiba2, ga pake ngasih sein.

+ “Bapak gimana sih?! Koq belok tiba2!” begitu bentak dia
- “Lho kami ga belok tiba2 koq, kamu sudah kasih lampu sein untuk belok” jawab mas Indra yakin kalo dia benar.
+ “Tapi Bapak engga masang lampu sein!” kata si aparat keukeuh.

Pada saat yang bersamaan kita keluar dari mobil, ada mobil kijang bak terbuka yang berhenti di depan mobil kita, ternyata Andi (tadinya kita kira DLLAJR, abis pake bak terbuka sih ;p). Kita berdua ga nyangka, karena mobil dia kayaknya keluar duluan dari tempat pesta.
Terusannya Andi ikut ngomong jadi saksi.

> “Benar Pak…saya liat sendiri Bapak ini sudah memasang lampu sein, jadi ga ada alas an buat Bapak menuduh Bapak ini belok dengan tiba2. Dia terdesak ke tengan karena banyak motor yang ngedesak mobilnya ke arah tengah, sama dengan mobil saya. Tapi Bapak ini sudah benar, dia sudah pasang lampu sein.” Ujar Andi membela kami. Trus aku masuk ke mobil sebentar nyalahin lampu sein, supaya dia tau kalo lampu sein kami ga mati.
< “Liat tuh Pak, nyala khan? Lagipula, bukankah aturannya kalo mo belok harus pasang sein, dan pengemudi dibelakangnya seharusnya memperhatikan itu” kataku ikutan membela diri.

Tapi dasar aparat dia tetep keukeuh mempertahankan argumennya. Engga ngerti karena akhirnya malah dia yang terdesak trus sadar kalo memang kami yang benar, ato juga karena tuduhan dia kalo lampu sein mati tidak terbukti, akhirnya dia meminta maaf dan mempersilahkan kami melanjutkan perjalanan.
Aku ga habis pikir, kalo ga ada Andi, udah gitu mas Indra malahan menyuruh aku masuk mobil, karena takut aku kenapa2, tapi mana tega lah aku…..ngebiarin suamiku di ‘donder’ sama aparat kayak ghitu.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan, dasar si Andi (dari dulu dia memang paling seneng berdebat sama aparat), trus dia bales telpon aku setelah sebelumnya aku sms say thanks ke dia.

> “Udah lah Ta….emang udah tugas gue sebagai seorang aparat melindungi masyarakat” ujarnya kalem.
Kami berdua tertawa mendengar ucapannya, “Pede banget sih si Andi!”
Kata Andi…aparat emang gitu, dia ga pernah merasa salah walaupun mereka salah, udah banyak contoh, dan kata Papah di doktrin militer memang ada aparat ga pernah salah (hehehe, kayak jaman Ospek). Tapi mas Indra emang ga akan pernah takut, kalo dia merasa ga punya salah, cuman khan aku yang takut, ntar kalo suamiku diapa2in gimana. Mana imoet gitu lagi posturnya.

Itu cerita kita sama PRC.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nonton Indonesian Idol khan………walaupun baru terakhir2 aja ngikutin, sempet ikutan spaning juga waktu pengumuman pemenang. Tapi acara kemaren membuktikan kalo penonton Indonesia masih rasional, ga milih ‘tampilan’ aja, tapi kualitasnya juga.
Eh…lagunya yang ‘Karena Cinta’ bagus ya kata2nya.


Dan bila…aku berdiri…..
Tegak……sampai hari ini….
Bukan kar’na kuat & hebatku……

Semua….karena cinta…..
Semua…karena cinta
Tak mampu diri ku dapat berdiri Tegak….
T’rima Kasih Cinta……..

Boleh donk mempersembahkan lagu ini buat suami yang notabene orang yang aku sayang. Boleh donk berlagak bak orang yang lagi jatuh cinta sama suami (emang TW sama Lin aja yg boleh yg masih muda…;p). Hahaha…bener kata TW, ada kekuatan tersendiri ketika kita mengucapkan Terima Kasih, apalagi pada orang yang kita sayang (cieeeeeee so romans loe Ta!!!). Tapi tau ga siiiiiii, efek sesudahnya itu lho…..(yang ini buat konsumsi kami aja ya? Maap nih men temen).

Friday, September 03, 2004

Tentang TakdiR




Kemarin sore aku dikirimin mas Indra imel tentang “jangan memilih dokter terkenal”. Agak tersindir dikit sih. Soalnya Dr. T.Jacoeb tempat aku berobat sekarang lumayan terkenal terutama buat pasangan yang punya masalah dengan fertilitas. Tapi aku memilih dia juga bukan karena aku dengar aja. Yang pasti udah banyak temen2ku dan Wida juga yang merasa cocok ditangani sama dia. Ga tau ya, aku koq kalo urusan dokter suka maen feeling, jadi kalo aku ngerasa yakin kalo ditangani dia, ya udah…ga bakal pindah dokter lagi, sugesti kali ya? Tapi kalo aku nih, dokter itu bukan jaminan untuk sembuhnya seseorang, izin Alloh (yg ini mah absolutely lah!), sama positive thinkingnya seseorang dalam melawan penyakitnya. Ah sudahlah!

Balik lagi ke soal imel, imel tersebut malahan jadi bahan diskusi kita hari itu,
Aku : “ Trus apa maksudnya nih mas tentang artikel yg dikirim.”
MI : “ Ga ada maksud apa2, cuman mo ngingetin aja yang.”
Aku : “ Jadi….salah keputusan buat berobat ke dokter Jacoeb? Sekarang gini deh mas, bukannya Alloh itu tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka tidak berusaha.” ujarku membela diri. “ Lagi pula aku milih ke dokter Jacoeb bukan karena dia terkenal, karena mba ephoy, mba Desi, Wida pun berobat kesana dan Alhamdulillah mereka berhasil, lagi pula aku memilih dia juga karena dia lbh teliti dalam memeriksa pasiennya, kasus per kasus, beda mas sama dokter yg di RSPI.”
MI : “ Sekarang gini deh, kalo yayang ngomong nasib, nasib berhubungan sama takdir khan? Inget ga cerita Sayyidina Umar bin Khatab ketika dia dan pasukannya akan memasuki suatu perkampungan yang penduduknya menderita penyakit yang mematikan, pasukanya khan memaksa melewati kampung tersebut, tapi Umar melarang, karena kuatir pasukannya tertular. Kata salah seorang pasukanya “Mengapa kita harus takut wahai Umar bukankah kalau kita belum ditakdirkan mati, kita tidak akan mati.”
Kata umar, “bukan begitu prajurit, kalo kita tidak melewati kampung itu artinya bukan kita tidak percaya takdir, namun merubah satu takdir dengan takdir yang lain.”

Sejenak aku tertegun mendengar uraian suamiku itu, ada makna tersirat di dalamnya.

MI : “ Sayang, bukan aku melarang berobat ke dokter yang terkenal, namun seyogyanya kita juga waspada, kita juga perlu tau alasan mengapa obat atau tindakan tertentu diberikan kepada kita. Bukan berarti kita sebagai pasien hanya menerima nasib dan menyerahkan semua pada dokter, kita berhak memilih dan berhak mendapatkan yang terbaik.Betul kalau kita harus tetap berusaha namun kita juga tetap tawakal sama Alloh, inget khan artinya tawakal, bukannya pasrah aja lho yang…….”

Kalo udah gini aku cuma bisa diam, sambil mikir, mencari makna dari apa yang sudah disampaikannya. Mungkin bener juga, takdir itu sudah ditentukan, tapi manusia masih diberi kesempatan oleh Alloh untuk mengganti takdir yang satu dengan takdir yang lain. Mungkin lho……..jadi manusia ga selalu menghadapi kegagalan dengan “ah….udah takdir!!!” trus pasrah dan melegitimasi segala hal atas nama TAKDIR.

Robb Alam Semesta…..beri kami kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi segala cobaan dari Mu, dan jadikan kami hambaMu yang selalu dapat melihat hikmah dari segala cobaan yang Engkau berikan.

------------------------------------------------------------------------------

Buat semuanya....."Have a Nice Weekend Yaaaaaa"


Wednesday, September 01, 2004

Cerita WeekEnd

Weekend kemaren kelar ngajar, aku sama mas Indra liat pameran rumah di JHCC, cerita nya kita mo cari rumah (cieeeeeeee). Trus sok nanya2 di beberapa stand yang akhirnya nyampe juga di stand pengembangnya Bukit Cimanggu Villa. Salesnya ramah banget dan cara penyampaiannya very persuasive! Dia juga kasih solusi soal pendanaan, trus dia anter kita berdua ke stand BNI, yang ngasih simulasi KPR. Dari yang semula iseng, kita jadi ikutan serius. Apalagi waktu simulasi kredit kita ternyata diterima! Lucunya kita berdua belum tau, kayak apa rumah yg udah kita pilih itu (gile yeeeeee). Itu yang bikin kita ketawa sampe kita pulang ke rumah. Eh bener lho…..salesnya rajin banget telponin kita lagi besoknya buat ngajakin ikutan tinjauan lokasi. Mungkin dia piker, kita berdua bener2 serius kali yaaaaa (amien lah…smoga duit buat Dp-nya segera ada ;p).

Pulang dari JHCC kita langsung ke rumah wida, acara bakar2an dipindah kesana dengan pertimbangan Gagah dan mamah yg lagi flu berat. Trus nonton Indonesia Idol. Gile…si Joy emang bagus banget suaranya, pun dengan cara dia mengaduk emosi penonton. Tapi Indonesian Idol di Indonesia khan ga realistis, mosok yang dinilai dari segi kepopuleran, bukan kualitas suara, terang aja yang paling keren lah yang bakal menang. Udah gitu most of yg ngirim sms, pasti ABG, soalnya orang dewasa (dan yang sudah berpikir dewasa), kayaknya bakal mikir2 deh ngeluarin duit buat sms. Huh! Mending pindahin channel trus nonton KH Agus Salim ajah deh(hihihi dasar ga nyambung!!!).

Ada cerita lucu, Minggu malem, waktu aku beres2 meja belajarnya mas Indra, aku nemu diarynya mas Indra jaman dia masih SMA kelas 3 (kira2 taun 1986-an lah), pada saat itu aku masih kelas 6 SD (hehehe bocah kecil!).
Mas Indra ngebolehin aku baca diary itu, berdua sama dia (berhubung tulisan dia hampir ga bisa dibaca, kayak sandi rumput, hehehe, jadi perlu ‘translator’). Gaya nulisnya ngingetin aku sama acara ‘Diary’-nya Putri Suhendro dan ‘Catatan Si Boy’-nya Mas Epri di Radio Prambors. Banyak aku nemuin kata2 ‘Mrs Nyo, Mr.Bo, Si Kuya, Loch, Nich, Ni yeee’. Isinya tentang sehari2 mas Indra di sekolah dan di rumah, jadi cerita tentang hari ini belajar apa di sekolah, ribut sama Pe’I, pun cerita tentang Mas Indra yang naksir cewe temen sekelasnya (cieeee ehem……). Ternyata setorinya banyak bo! (tapi koq ga jadi semua ya?!). Waktu lagi baca trus aku lirik dia, dia cuman senyum2 sendiri, nostalgia kali ya dia. Trus di diary itu dia juga cerita tentang almarhum papa Mufti dari sejak sakit sampai meninggalnya, trus gimana dia ikutan Sipenmaru, sementara pada hari yang sama papanya meninggal dunia. Juga gimana pinternya mama menyembunyikan perasaannya dan merahasiakan kepergian papa Mufti supaya mas Indra tetep bisa konsen ngikutin Sipenmaru. Dari diary itu aku jadi ngerti kenapa mas Indra keras banget sama prinsip yang dipegangnya. Keadaan yang memaksa di jadi begitu.


Hehehe….jadi inget diary aku yang aku tinggal di jatiwarna, kalo itu mah aku ngisi Cuma kalo aku pengen ngisi aja. Misalnya waktu tahun baru, waktu ulang tahun, waktu lulus sekolah, naksir cowo2 (hihihi…ganjen!), trus waktu kambingku tersayang meninggal. Iya sih, dari diary kita jadi bisa bercermin sama kehidupan kita di masa lalu untuk melangkah ke masa depan.

Tau ngga, karena itu diary ditulis mas Indra ‘day to day’ lumayan lama buat aku nyelesein bacaannya. Wong akhirnya hari Senin kita jadi bolos (hehehe jadi bukan karena lupa ‘mandi’ yaaaaaaaaaaaa). Tadinya ga mo masuk mo nerusin libur sekalian ‘program’ eh malahan kita jadi punya waktu buat ‘re-charge’ trus ngomongin tentang rencana kita ke depan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pssssssstttttt…..tadi orang BNI telp lagi, hihihi kalo beneran diproses gimana yaaaaaa (heuheuheu, mati loe Ta!!!).

Friday, August 27, 2004

Alhamdulillah........




Alhamdulillah! Cuman satu kata itu yang lebih patut aku ucapkan hari ini. Hari ini usiaku berkurang 1 tahun lagi, begitu banyak karunia yang aku harus syukuri selama hari2 kemarin.

Tadi pagi jam 00.00 mas Indra bangunin aku dengan kecupan sayang dikening aku.
+ “Happy Birthday ya Sayang, aku minta maaf ya ga bisa ngasih apa2 di ultah yayang sekarang.”
Sejak aku jadi istrinya, semua urusan keuangan memang diserahkan ke aku sbg ‘Manajer Keuangan’ jadi agak sulit buat dia bikin surprise dengan ngasih kado. Memang dari kemrin2 dia udah bilang, “belilah apa yang yayang suka dan mau!” Cuma aku bingung mo beli apa ;p
Yang lucu waktu bulan lalu dia dapet bonus, dengan polosnya dia bilang “tadinya aku ga mo bilang sama bu ‘Manajer Keuangan’ kalo aku dapet bonus, tadinya mo aku beliin sesuatu buat ibu, tapi sebagai direktur khan tetep aja aku harus laporan sama ibu tentang uang masuk” kami memang selalu menyebut diri masing2 dengan ‘Direktur’ dan ‘Manajer Keuangan’ keluarga kami.


- “Makasih yang……mas Indra tuh adalah hadiah sekaligus salah satu hadiah terindah dalam hidup aku.” Jawabku sambil membalas memeluknya.
+ “Aku Cuma bisa mendoakan semoga yayang selalu diberi karunia oleh Alloh, kemudahan dalam segala hal dan maksud, kesehatan, dan semoga kita segera diberi ‘amanat’ oleh-Nya. Semoga sisa umur yayang ini selalu bermanfaat dan selalu dijauhkan dari dosa”ujarnya lagi.
Ga terasa ada yang anget2 keluar dari sudut mata.Padahal pagi itu aku masih ngantuk berat, akibat pengaruh obat dari dr. Yakob.
Iya, sisa umur yang bermanfaat dan selalu dijauhkan dari dosa.


Jam 01.15-an, Merta ‘the sodara kembar’ yang pertama kirim sms. Dia memang selalu ghitu dari dulu, maunya ngasih ucapan pertama setelah orang yang terdekat dengan kita.
Merta ulang tahunnya besok, jadi dari SD kami sering menyebut diri kami berdua ‘sodara kembar’ dia Alex, aku Yakob-nya.

Pagi2 abis sholat shubuh, Mila sodara kembar kedua sms, ngucapin selamet plus minta traktir. Mila sekretaris jurusan aku, dia juga ultahnya deketan tanggal 30.
Tapi seperti biasa tiap akhir bulan, aku ga bisa jawab sms mereka, belon bayar tagihan Hp bo! Masih di barred.

Nugie, Papah, dan Mamah pagi2 jam 06.00-an telp kasih selamat. Ini kali kedua aku ultah bukan ditengah2 mereka, yang pertama waktu umur 16 taon, bersamaan saat kemping LDKS di SMA, kelar Jurit Malam.
Rencananya besok aku mo makan2 di Jatiwarna bareng Papah, Mamah, Wida&Gagah, Nugie, dan Mas Indra. Barbeque sendiri aja, males ke Angke, banyak angin, kasian Mamah sama Gagah yang lagi filek.

Mama dursaw sendiri dari tgl 26 malem udah ngasih kado taplak meja makan sama sandal cantik. Hehehe liat taplak meja makannya, jadi ngerasa di doain cepet punya rumah sendiri. Amien!!!
Aku udah pesen Sumi buat bikin nasi kuning komplit sama lauknya. Ntar malem mo makan bareng di rumah Dursaw ajah, abis itu mungkin aku sama mas Indra mo keluar, punya acara sendiri buat kita berdua.

Ya Alloh……terima kasih buat hidup yang indah yang telah ngkau berikan kepadaku. Terima kasih pula telah diberikan kesempatan untuk memiliki Papah dan Mamah yang begitu menyayangi dan mengasihi aku. Terima Kasih buat seorang Mas Indra sebagai jawaban atas doa2 ku. Terima kasih telah diberikan kesempatan untuk menjadi kakak dari adik2 yang menyayangi aku.
Duhai Robb alam semesta….. jadikan sisa umurku menjadi bermanfaat dan jauhkan aku dari segala dosa. Berikan aku kekuatan dan kesehatan untuk menjalani tugas2ku baik sebagai umatMu, sebagai istri dari seorang mas Indra, dan kelak sebagai Ibu dari anak2 kami.
Robbana jadikan aku hambaMu yang selalu bersyukur atas karunia yang telah dan akan Engkau berikan, jangan jadikan aku umatMu yang sombong atas segala karunia yang Engkau berikan kepadaku.
Terakhir Yaa Wadud…..janganlah Engkau gelincirkan hati ini, setelah Kau berikan hidayahMu kepadaku.

Amien………



Thursday, August 26, 2004

Mabok Beratttttttttttttt




Udah tiga hari kemarin aku teller bratttttt! Engga ngerti ketularan orang2 di ruangan ato efek dari pengobatan.

Hari Senin, aku pulang kantor dengan badan rasa ga enak banget (kayaknya ga mungkin karna hamil deh, soalnya….pokoknya belum deh! Yakin banget). Kebeneran Mba Indar, yg biasa aku tebengin lagi tugas di Matak, jadi aku pulang bareng Samsu, naek mikrolet 06A. Waktu nyebrang diperempatan UKI, badan aku udah rasa ga enak banget, eneg, pengen muntah. Mo pegangan sama Samsu ga mungkin, yang ada aku pegangin tali tas-nya ajah (abis dia juga kayaknya ketakutan, huahahaha, takut diomelin mas Indra kali ya). Trus waktu dia turun di prumpung, aku ikutan turun and decided tuk naek taksi ajah. Di taksi aku dah teller banget, cumin diem dan nahan muntah. Bener khan, sampe di depan pager rumah, aku langsung’nembak’. Kena deh ujung pintu taksinya dikit (kali kata supir taksinya, “nih ibu bayar cuman 15 rebong, tapi ike dapet bonus negh!”).
Trus sampe rumah mama mijetin badan aku, kayaknya sih masuk angin.

Hari Selasa, agak mendingan, walaupun tetep eneg, aku tetep ngantor dan pulang dengan sukses (Alhamdulillah), tapi begitu nyampe rumah langsung tewassssss.

Hari Rabu aku berangkat dengan kepala sedikit pening dan perut mual banget. Sampe di kantor, cuman sebentar bisa duduk, trus bolak-balik muntah. Beda sama hari Senin, muntah kali ini cuma aer doank. Langsung telpon mamah minta di jemput. Trus aku ijin pulang buat istirahat di Jatiwarna sampe malemnya dijemput mas Indra.

Ga ngerti kenapa ya aku ini, bisa jadi masuk angin doank, tapi emang efek dari pengobatan kata dr Yakob juga bisa bikin aku mual (bahkan muntah2). Aneh ya…..obat koq malah bikin badan jadi ga enak, tapi yo wisssss, ikutin ajeh.

Jadi kalo sekarang ini eneg lagi…..ya huekkkkkkk ajah lagi!

----------------------------------------------------------------------------------------------------

ADA GATHERINGNYA BLOGGER FAMILY NIH,
TANGGAL 11 SEPTEMBER 2004, HARI SABTU (SEKALIAN MAKAN SIANG).
VENUE-NYA DI KAFE TENDA SEMANGGI (see
http://temanbaik.pratiwi.net)
KATANYA BAWA UANG 50 REBONG, BUAT KAOS BLOG FAM.


Friday, August 20, 2004

Tentang Moral




“Kayaknya ga bakal diambil sama dia deh Ta, soalnya dia orang PKS” itu tanggepan wilzon temen seruangan waktu denger ada rencana kantor aku mo ngasih HP Nokia terbaru buat salah satu staf ‘Bank dengan asset terbesar’ krn bantuan mereka me-reschedulling hutang kita. Nggak ngerti legal or engga, yg pasti menerima imbalan bagi para staf bank atas kelancaran urusan tertentu terutama berhubungan dengan kredit, haram hukumnya (kata mas Indra lho….yg udah belasan taon diperbankan).

Sebelumnya emang atasannya itu orang emang udah kita kasih uang, masing2 USD 3,000, buat 2 orang.
+ “Koq loe yakin dia ga bakal trima wil?
- ”Iya…orang dia pake jilbab ghitu!”
+ “Jilbabnya kayak gue or panjang kayak taplak ghitu?” Tanya aku curious
- “Ah…loe mah jilbab gaul! But…will see lah yaaa, kita tes apa dia masih nrima juga”

Wilzon tuh orang nasrani, kayaknya sedih dan miris ya denger saudara kita dicemooh ghitu sama orang agama lain. Habis mo gmn….bukan agamanya sih yg ngaco…tapi orangnya (baca:oknum).

Ngomongin soal imbalan, inget omongan ustadz, katanya yg nrima sama yg ngasih, dosanya sama. Inget juga omongan mas Indra, buat pegawai bank tuh haram hukumnya trima imbalan atas kredit yg dikucurkan. Tapi tau ga sih…aku sempet terperangah waktu kantor aku trima kredit dari 2 bank syariah besar di Indonesia, salah satu bank tersebut, staf-nya malahan yg nanganin pinjaman kita, terang2an minta fee dari kredit yg cair. Oke kalo dia sebagai arranger, karena itu emang kerjaannya dia, tapi kalo dia sebagai AO, ga boleh donk! Yg lbh gila lagi itu terjadi di bank Syariah. Yg kecipratan mulai dari Direksi sampe stafnya (tentu dgn jumlah yg proporsional).
Aku crita hal ini ke mas Indra, dia kecewa banget (huahaha mo hjrah ga bisa yaaaa….mangkanya dagang aja mas…Aman!), menurut dia ada peraturan di BI yang melarang pegawai suatu bank menerima imbalan atas pengucuran kredit. Tadinya aku masih banggain bank kompetitornya yg katanya ‘pertama menganut syariah’, huh…tetep aja podo wae, belakangan kita ‘setor’ juga ke oknumnya.

Sebenernya hal kayak gini mah udah lazim terjadi di Indonesia, aku pernah liat sendiri di kantor polisi orang berjilbab (jilbab panjang juga), teteppppp trima komisi. Ga ngerti lah….ga mo su’udzon. Abis imbalan terimakasih sama suap, tipis banget batesannya.

Jadi inget pertama kali kerja, ada supplier yg ngasih aku uang, yg ada aku malah ketakutan, abis tadinya yg di amplop yg dia sodorin itu statement of account, ga taunya duit 300 rebong! Aku gemeteran, trus dilain hari aku balikin, eh…..yg ada temen2 seruangan malah bilang aku bego. Biarin ah, daripada deg-degan trus. Udah ghitu pernah waktu lebaran….ada yg ngirim parcel, gelo! Tau darimana lagi dia alamat aku……mo dibalikin juga, gmn cara (lagian embah waktu itu minta dibongkarin), ya udah, dengan pembenaran ‘rezeki’ aku trima aja. Di lain hari say thanks sama yg ngasihnya. Tapi bener lho……kita jadi punya beban moral sama orang tersebut. Abis orang yg ngasih juga pintar sih, udah kita tolak, eh…dia nyari alamat rumah kita, belum lagi alih2 ngajak makan2.
Seharusnya sih, apapun itu, walaupun kita ga minta, kalo pemberian itu tetap berhubungan sama kerjaan kita, tetap aja namanya suap (kata mas Indra lho), ga mungkin khan ada orang ujug2 dateng ngasih duit, orang ga kenal lagi!
Cuma jeleknya aku suka standar ganda, kalo ada kiriman dari supplier bule kayak teko2an hiasan or coklat, suka aku trima aja (abis enak sih), tapi kalo uang baru ditolak. Hehehe….dosa juga ya aku………
Jadi inget nasehat mamah, kata dia……”jangan suka ngambil yg bukan haknya, ntar jadi ga berkah, yg nanggung keluarga dan keturunan?”


Duh…mudah2an mba yg di Bank M…..itu ga nerima apalagi ngambil HP dr kita, biar omongannya Wilzon ga terbukti.

Thursday, August 12, 2004

WorkiNg FoR PleaSuRe



“Ta…ntar siang jalan kemana lagi?” pagi2 mba Sofie udah nanyain aku rencana kita hari ini.
Udah beberapa hari ini aku berdua mba Sofie ngabur sebelum jam istirahat. Badung yak! Biarin aja, kalo aku sih kompensasi ga dikasih cuti. Lagian Pak Deddie juga kebangetan, mosok aku ngajuin cuti 5 hari, kata dia, “engga ah, ga ada yg bisa ngerjain kerjaan kamu…”
Lagh?! Gimana kalo aku cuti melahirkan yg 3 bulan tea gitu? Alhasil aku menyiasatinya dengan cari kesenangan (baca: pleasure) dengan jalan2 selama jam kerja.


Hari Selasa aku langsung nunjuk tangan tinggi2 waktu ada tawaran ngurusin kerjan di BSM, asik, BSM means lunch bareng suami! Biar ga dapet mobil kantor, aku minta anterin Uni Sophie denganTimornya, aku traktir makan siang plus kasih ongkos tol dan bensin.

Kemarin Rabu juga ghitu, jam 11.30 aku dah ngabur sama si Uni, makan soto mie di depan Tip Top Pd Bambu, trus kita makan mpek2 di depan Bakmi Margonda jatiwaringin (busyet…gembul amat yak).

Selama diperjalanan ada pembicaraan menarik antara aku dengan Uni.

+ “Ta…kamu kerja buat apa sih”
- “Maksudnya mba? Ya buat cari duit lah!”
+ “Aku sih engga Ta….buat aku sekarang ini, kerja adalah for Killing Time!”
- “Heh?! Kamsud?” kata aku ngga ngerti
+ “Sekarang gini Ta…..aku nih udah tua, bentar lagi 40, suami aku bentar lagi juga pulang (dia tugas di Tunis sebagai diplomat), trus aku bakal dibawa for the next posting. Uang mah InsyaAlloh cukup deh Ta! Lagian ada suami ini yang wajib cari kerja. Jadi buat aku…sekarang ini, aku kerja cuman killing Time”

Bener juga sih omongan dia. Kemarin Mas Riris cerita, sepupunya yang usianya middle 30 ghitu, meninggal karena serangan jantung. Dia kerja di Bank Niaga (jadi inget kerjaan Mas Indra di bank yang bisa sampe malem ghitu baru kelar), dan super sibuk banget sama kerjaannya. Trus adeknya Uni Sophie sendiri yang umur 24 dah kena stroke (dia kerja di bank juga). Di kantor aku, orang2 engineering, yang kerjanya ga kenal waktu, masih muda udah banyak yg kena darah tinggi (gila ya?).
Aku jadi inget omongan Pak Deddie waktu aku sering nebeng dia pulang.


“Ta, aku sih pindah ke IAT mah rugi besar, waktu aku di KAP, gaji aku lebih besar dari sini, tapi kamu tau apa yg engga aku dapetin di KAP Ta? Di IAT aku masih bisa sholat maghrib di rumah, bareng anak2, kalo bulan puasa aku masih bisa buka bareng sama anak2ku, apalagi si Nanda tuh…paling seneng kalo aku bisa buka puasa bareng. Itu yang ngga aku dapet waktu aku masih kerja di Sudirman.”

Iya sih…..berapa banyak temen2 aku yang ngiri kalo aku cerita maghrib aku dah sampe rumah, termasuk Mas Indra. Benefit itu yang ngga aku dapetin kalo aku kerja di Sudirman-Thamrin. Walaupun emang, aku juga tetep stress kalo kerjaan lagi gila2nya (kayak lagi laporan misalnya).

Akhirnya sejak kemarin aku merubah tujuan kerja aku “Kerja For Pleasure!” Kerja buat senang2. Iya ngga…..enak khan kalo sambil melakukan kesenangan tetep dapet duit. Jadi kalo dah mulai stress, mending ga usah diturutin. Mo ngabur hayo…
Apalagi yang aku kejar….karir? Kayaknya engga deh, aktualisasi diri udah aku dapetin ketika aku ngajar. Lagian yang wajib cari duit khan suami, perempuan khan bagian ngabisin ajah (eh…salah yak?).
Trus dokter aku bilang kalo aku ga boleh mikir yg berat2, ntar pusying. So…ntar siang…..ke BEJ aja kali yak, ke Millenia mendingan, belanja euy!

Wednesday, August 11, 2004

Ketika Gagah Sakit



Tadi pas makan siang aku mampir ke rumah wida, ambil oleh2 dari bengkulu. Ga taunya ponakan aku si gagah lagi sakit. Kasian deh dia, diem lemes ghitu. Cuman ngeliatin aku aja, kadang2 senyum, tapi ga kayak biasanya yg lincah.

Ga tau kenapa, waktu aku ngomong
"Gagah cepet sembuh yaaaa, nanti uwak sedih kalo gagah sakit..."
eh dia ngasih tangannya minta digendong. Tau ga sih....aku berasa di sudut mata aku koq anget ya...ternyata aku nangis, ga tega liat anak sekecil itu sakit.
Dia menyenderkan kepalanya di bahu aku.....lemessssss

Gagah cepet sembuh yaaaaa, jangan bikin uwak jadi sedih.....

Gila!!!!





Baca tulisannya Bayu Gautama di oase iman, salah satu rubrik di era muslim kemarin, kayaknya koq miris banget ya? Tentang anak2 yang harus bekerja untuk membiayai sekolahnya. It happens in my surrounding lho!

Kemarin dulu ini aku dapat imel dari nugie tentang juara lomba olimpiade fisika yang kebingungan mo sekolah di ITB. Beberapa hari yang lalu baca sama denger berita ibu hamil yg bunuh diri gara2 ga mampu biayain sekolah anaknya, ironisnya tuh tetanggaan sama kepala Dinas Pendidikan PemKot Bekasi. Trus kemaren, si mama laporan mahasiswa UI pada demo nuntut uang masuk yang range-nya antara 5 sd 25 jt agar diturunin (gila ga sih, bayangin waktu aku masih jadi mahasiswa sana taon 1994, jaohhhh).

Itu yang dari media massa, waktu taon ajaran kemaren, rame2 temen kantor minjem duit buat daftarin anak2nya sekolah. Si Fairy kemaren dulu juga ngeluh sama mama soal uang masuk sekolah si ozan yang katanya gede banget.
Menyikapi itu semua, aku sama mas Indra berasa dapet ‘blessing in disguised’, iya ya…sementara orang2 pusing dengan uang sekolah anak2nya, aku dan mas Indra ga ikut dipusingin sama biaya sekolah yg melangit. Hikmahnya kita jadi lebih kenceng prepare itu buat our future children.
Si Dora yang suaminya lagi ngambil spesialis juga pernah cerita, katanya buat ngambil spesialis, setiap semesternya makan biaya sampe 20 jutaan, coba aja, gimana orang yang ga mampu tapi pinter bisa jadi dokter spesialis…pantes aja sekarang ini kesehatan malahan jadi bisnis (huh!).

Gimana Indonesia mo maju ya……buat sekolah aja susah, padahal mereka lah kelak, anak-anak itu, yang akan menggantikan generasi sekarang kayak kita2 ini. Emangnya mau orang yg asing yg jadi boss, sementara kita orang Indonesia, yg notabene yang punya negeri ini cuman jadi staf-nya aja (cieeee pengalaman pribadi ni yaaaa).
Bener kali ya perkiraan para ahli, bakal ada lost generation 30 taon mendatang. Gila!!!